MANTAN SANTRI Aku hanyalah mantan santri, yang pernah mengeja huruf-huruf suci di antara dinginnya embun pagi, dan bersujud dalam sunyi malam di hadapan Tuhan yang belum sepenuhnya kupahami. Kini, waktu telah membawaku pergi, meninggalkan bilik-bilik sederhana, meninggalkan kitab yang menguning tua, juga suara guru yang dahulu mengingatkan kita bahwa hidup bukan sekadar tentang menjadi, melainkan tentang ke mana hati akan kembali. Wahai Tuhan, betapa panjang perjalanan yang telah kutempuh, betapa sering kakiku tersesat dalam langkah, di jalan-jalan yang tampak menjanjikan dan menipu, hingga kadang aku lupa siapa Pemilik napas yang kuhirup, siapa Pemilik waktu yang kuhabiskan, dan kepada siapa kelak seluruh perjalanan ini harus kupertanggungjawabkan. Hari ini, di Hari Santri, aku berdiri dengan hati yang menunduk, aku ingin mengucapkan terima kasih. Kepada kedua orang tuaku, yang dengan doa dan air mata mengantarku ke gerbang ilmu, meski mungkin hati mereka bergetar ...
PUSI PUISI PINGGIRAN
RENUNGAN ATAS FAKTA DAN INTUISI PECINTA KEBIJAKSANAAN