Takdir Kehidupan Di kesunyian malam aku mulai mengeja fakta, tentang kemiskinan dari ratusan juta raga yang jauh dari kemalasan, yang lebih dari separoh waktu hidupnya habis untuk bekerja. Mereka bekerja dibawah kejamnya "gedung industri", dan mereka yang di bawah terik panas Matahari, serta mereka yang bekerja dalam kebisingan jalan raya, maupun di pusat perbelanjaan, yang pegawainya berada di pinggir kesejahteraan, Aku melihat kemiskinan telah berdiri paling lama di antrean sejarah. Ia tak pernah diundang resmi ke ruang rapat para pejabat, tapi hanya dipinjam namanya untuk perjuangan yang dipalsukan, untuk para hipokrit di panggung kekuasaan. Entah mengapa ? Aku tak rela orang berkata berkata, bahwa kemiskinan adalah "takdir semesta." Dan hati kecilku aku bertanya, adakah mungkin, ini Takdir Semesta ? Benarkah Tuhan telah menulis lapar di dahi para buruh yang sejak fajar telah menjahit siang dengan peluh, namun pulang membawa kantong yang lebih ringan da...
HYPHOCRISY Di dinding-dinding megah demokrasi, kata-kata suci dipahat dengan emas, namun lorong-lorongnya dipenuhi gema nurani yang dikebiri dengan intimidasi. Kekuasaan seringkali pandai mengeja integritas, tetapi gagap ketika kejujuran mengetuk nurani, Lidah kuasa telah menjadi mimbar kebajikan, berbaur dengan tamak dan keserakahan, Dan dalam gelap tangan mereka diam-diam merawat kepentingan. Aturan dibuat sebagai kitab mulia, namun hanya tajam bagi yang tak punya kuasa, dan tak mampu menjilat kaki Tuan raja, Betapa mahal harga sebuah topeng di negeri kita. Harus dibeli dengan tepuk tangan kepalsuan, dipoles oleh kepura-puraan pujian, lalu diwariskan sebagai budaya yang mencengkeram nurani bangsa. Begitulah mental hypocrisy bekerja, ia tidak selalu berteriak, melainkan tersenyum sopan, menyalami semua orang, sambil perlahan mematikan nurani Kemanusiaan, Kita harus mengerti, bahwa institusi tak pernah runtuh hanya karena serangan dari luar sana, Tetapi, lebih dulu retak da...