Langsung ke konten utama

Postingan

Ilusi Keadilan (By: Ma'ruf ASH)

 Ilusi Keadilan  Di atas meja kayu yang dingin, Ketok palu menggema lirih. Bukan menimbang benar atau salah, melainkan menakar siapa pemenang hari ini. ​Timbangan tua itu kini condong ke kanan, terjerat benang-benang kepentingan. Ayat-ayat hukum dilipat rapi, dijadikan alas duduk bagi mereka yang merasa punya kuasa. Dan merasa sebagai pemegang otoritas kebenaran untuk manusia. ​Rasionalisasi dihias manis di depan kamera, bahasa-bahasa rumit dipintal rapi mengudara, memoles kejahatan menjadi "demi kestabilan", " demi kebenaran", membungkus keserakahan atas nama "kemaslahatan", atas nama "keadilan". ​Pasal-pasal berganti wujud bagai topeng, tajam melukai siapa saja yang berbeda, namun tumpul dan elastis saat menyentuh selimut kekuasaan. ​Keadilan kini menjadi barang dagangan, dilelang di ruang-ruang gelap rapat politik. Sementara rakyat menyimak di balik jeruji ilusi, melihat kebenaran yang dipaksa mengalah pada narasi yang tela...
Postingan terbaru

Matinya Presiden Akal Sehat (By: Ma'ruf ASH)

 MATINYA PRESIDEN AKAL SEHAT (Sebuah elegi pagi  untuk akal sehat yang sedang diuji sebagai   kritik reflektif untuk Bung Rocky) Di negeri yang gemar berdebat tentang kecerdasan, ada akal sehat yang perlahan kehilangan kewarasan. Bukan karena otak kekurangan makanan, melainkan karena nalar kehilangan keberanian, untuk membedakan antara  fakta dari ketakutan. Bung Rocky, engkau yang biasa membedah kata dengan pisau logika, yang selalu  menjadikan akal sebagai panglima wacana, Membaca statement mu di media, aku jadi ingin bertanya, sejak kapan masa depan sebuah bangsa harus ditakut-takuti dengan angka? Tiga puluh persen— sebuah angka yang terdengar mengerikan, engkau lemparkan ke tengah percakapan, seolah kecerdasan jutaan pelajar Indonesia berdiri di tepi jurang kehancuran, hanya karena sepiring makanan yang  mungkin tak lagi datang ke meja pendidikan. Bung Rocky......., sejak kapan IQ boleh  menjadi barang dagangan ketakutan ? Sejak ka...