Ketika Adab Dijadikan Tameng Kejahatan Malam ini ku putar kembali dialog di layar kaca, Ku dengar Roky berkata dengan dengan yakin dan percaya. “Jangan hukum mati koruptor, sebab itu bertentangan dengan adab manusia.” Aku pun bertanya dalam hati : adab kepada siapa yang sedang kita bela— kepada pelaku, atau kepada jutaan korban yang kehilangan haknya? Bukankah korupsi bukan sekadar mengambil harta, tetapi mencuri masa depan anak-anak Bangsa, memadamkan api untuk sekolah dari anak-anak miskin, menutup pintu obat bagi setiap yang sakit, dan membuat rakyat belajar. bahwa kejujuran kadang kalah oleh harga sebuah jabatan ? Janganlah kita terlalu cepat menyebut hukuman sebagai kezaliman, sementara kezaliman yang telah berlangsung panjang. justeru di bungkus dengan kata prosedur , Dan di hidangkan dengan senyum kekuasaan, lalu mereka sebut sebagai adab kehidupan, wahai hati, jangan biarkan keadilan berubah menjadi dendam. Sebab hukum bukan tempat melampiaskan amarah manusia, ...
Cinta Yang Tak Lagi Bertanya Aku pernah berjalan siang dan malam untuk mencari cinta, di antara tumpukan kitab-kitab dan kata-kata, mencari dalil atau hujjah untuk setiap langkah, mencari alasan mengapa kita harus mencintai Muhammad al-Mustafa Di suatu malam aku berjumpa kepada angin, Ia berbisik lirih di telinga sunyi: “Jika engkau telah menemukan mata air, mengapa masih bertanya, apakah kita boleh minum saat dahaga ?” Maka aku pun termenung dan diam. Sebab cinta kepada Muhammad bukan lagi pertanyaan tentang boleh dan tidak, bukan pula sekedar perdebatan tentang dalil dan kata. Ia adalah cahaya, yang ketika masuk ke dada, membuat tangan enggan untuk menyakiti, lidah malu untuk melukai, dan hati tak tega untuk membenci. Aku mencoba terus melintas, dari dunia bentuk menuju dunia makna. Tempat selawat bukan lagi sekadar suara, melainkan denyut yang mengubah perilaku seorang hamba, sunnah nabi bukan sekadar kata yang dihafal, dan disimpan di kepala melainkan sebuah jalan yang perlaha...