YANG DILUPAKAN Di balik meja Kementerian Agama, kata-kata meluncur ringan tanpa beban, tentang guru swasta— seolah mereka bayang-bayang tak berguna, bukan pilar yang menahan dan menjaga moralitas Negara. Eksistensinya "haram dihubungkan" dengan altar suci Kementrian Agama. Padahal di ruang sempit dan papan rapuh, mereka menyalakan pelita ilmu dengan gaji yang lebih rendah dari Tukang sapu, dalam tabel kebijakan, mereka tak dianggap ada, Walau kiprahnya sangat jelas dalam membangun bangsa. Tak salah jika guru swasta beranggapan, Saat lidah kekuasaan lupa menakar empati, maka luka semakin dalam lahir dari pernyataan, Yang melupakan sejarah dan menutup mata pada kenyataan, Bukankah Negeri ini berdiri bukan hanya milik yang bergaji pasti, tetapi juga oleh mereka yang setia meski sering tak dihargai. Wahai penjaga kata negara, belajarlah mendengar dari bawah, sebab guru swasta bukan beban sejarah, melainkan saksi kesetiaan, yang terlalu lama dilupakan, @ Ma'ruf ...
MALAM NISFU SYA'BAN Di pinggiran desa, Ku lihat Matahari perlahan tenggelam Malam pun datang beriringan, langit mulai membuka lembaran takdir, Setiap nama dipanggil dalam sunyi, Dan doa berbaris rapi di hadapan Sang Maha Suci. Inilah malam utama, Nisfu Sya’ban hadir sebagai jeda bagi jiwa-jiwa yang letih dan terluka, mengajak menimbang setiap ama-amal kita, dan memulangkan duka pada ampunan-Nya. Di antara sujud dan isak, kita belajar hidup bukan tentang panjang usia, tetapi seberapa sering berkunjung dengan taubatan nasuha. @ Ma'ruf Abu Said Husein, Simo 2 Februari 2026.