Langsung ke konten utama

Postingan

Hak Rakyat Yang Sekarat (By: Ma`ruf ASH)

 HAK RAKYAT YANG SEKARAT Di gedung-gedung megah yang dibangun dari keringat rakyat, para penguasa duduk diatas kursi kehormatan, berbicara tentang keadilan dengan bibir penuh janji, sementara hak-hak rakyat mereka bunuh di ruang sidang, Di kursi eksekutif, keputusan menjelma menjadi belati, mengiris harapan mereka yang hidup dalam kekurangan. Di meja legislatif, hukum dirajut laksana jaring laba-laba, menjerat rakyat kecil dengan segala keterbatasan yang ada, tetapi meloloskan mereka yang pandai memainkan kekuasaan. Betapa ironis negeri yang mengaku menjunjung tinggi demokrasi, Namun, suara rakyat hanya berharga saat pemilu, ketika tangan-tangan yang dahulu meminta dukungan, Selanjutnya sibuk menghitung keuntungan, dan lupa bahwa jabatan adalah titipan Tuhan . Dahulu, rakyat memilih dengan harapan, tetapi dibalas dengan kebijakan yang menindas dan melahirkan kesengsaraan. Rakyat membayar pajak demi masa depan, tetapi justru harus mengemis hak di rumahnya sendiri. Rakyat menyerahkan...
Postingan terbaru

Mantan Santri (By: Ma'ruf Abu Said Husein)

  MANTAN SANTRI Aku hanyalah mantan santri, yang pernah mengeja huruf-huruf suci di antara dinginnya embun pagi, dan bersujud dalam sunyi malam di hadapan Tuhan yang belum sepenuhnya kupahami. Kini, waktu telah membawaku pergi, meninggalkan bilik-bilik sederhana, meninggalkan kitab yang menguning tua, juga suara guru yang dahulu mengingatkan kita bahwa hidup bukan sekadar tentang menjadi, melainkan tentang ke mana hati akan kembali. Wahai Tuhan, betapa panjang perjalanan yang telah kutempuh, betapa sering kakiku tersesat dalam langkah, di jalan-jalan yang tampak menjanjikan dan menipu, hingga kadang aku lupa siapa Pemilik napas yang kuhirup, siapa Pemilik waktu yang kuhabiskan, dan kepada siapa kelak seluruh perjalanan ini harus kupertanggungjawabkan. Hari ini, di Hari Santri, aku berdiri dengan hati yang menunduk, aku ingin mengucapkan terima kasih. Kepada kedua orang tuaku, yang dengan doa dan air mata mengantarku ke gerbang ilmu,  meski mungkin hati mereka bergetar ...