Di Antara Dua Pintu Pendidikan Hampir dua bulan tahun ajaran baru berjalan, anak-anak telah duduk di bangku baru, membawa seragam, harapan, dan masa depan baru— namun sayang, data mereka masih tertahan di antara pintu-pintu birokrasi. Entah mengapa?, terdapat ribuan anak-anak Indonesia yang telah memilih Madrasah, tetapi namanya belum sepenuhnya sampai ke dalam rumah data Madrasah. Seakan seorang anak boleh berpindah sekolah, tetapi identitas pendidikannya masih diperebutkan oleh sistem tanpa rasa. Salahkah jika kita bertanya ?, apa yang sebenarnya sedang terjadi ? Sehingga fenomena konyol ini harus terjadi, Apakah sistem yang sedang gagap membaca kenyataan, atau ada "tarik tambang" kepentingan di antara dua kementerian, yang sama-sama merasa memiliki jalan terbaik bagi anak-anak menuju masa depan ? Jika pendidikan adalah amanah, mengapa data menjadi sekat ? Jika anak adalah pusat pelayanan, mengapa administrasi justru membuat mereka seperti bola yang ditendang dari s...
Satu Tubuh, Satu Langkah Kawan...... !, Jangan biarkan prasangka menjadi dinding di antara hati, sebab kita bukan pulau-pulau yang hidup sendiri di tengah gempita maupun sunyi. Kita adalah satu tubuh, satu raga— berbeda tangan, berbeda kaki, berbeda tugas dan arah gerak, namun kita satu jiwa dalam pengabdian. Biarlah tangan yang kuat menopang yang sedang lelah, yang tahu berbagi pengetahuan, dan menyalakan cahaya bagi yang belum menemukan jalan. Mari kita kubur prejudice diantara kita di tanah keikhlasan, sebab tidak ada kemajuan yang lahir dari rasa saling curiga. Fastabiqul khairat— bukan berlomba menjadi yang paling tinggi diantara kita, melainkan berlomba menghadirkan kebaikan dalam keikhlasan, Sehingga institusi kita mampu tumbuh sempurna karena kerja kita bersama. Kita mesti mengerti dan menyadari, bahwa institusi sebagai raga, maka saat satu anggota terluka, seluruh tubuh merasakan sakitnya. Dan ketika satu hati ikhlas melangkah, seluruh tubuh menemukan arah. Maka ma...