DI BALIK HINGAR BINGAR PERINGATAN HARI GURU NASIONAL
Di balik gegap gempita ucapan “Selamat Hari Guru Nasional”,
Yang terpampang di depan setiap Gedung sekolah kita
Di setiap story media sosial guru dan siswa Indonesia
Ada suara lirih yang nyaris tenggelam
di antara spanduk dan seremoni,
suara lirih guru-guru swasta, yang menderita ketidak adilan,
dalam usia yang teramat panjang,
Sebuah ketidakadilan
yang menindih,
Tentang kebijakan "yang pilih kasih".
Puluhan ribu hati berdetak pelan,
menyembunyikan lelah yang panjang, dari gaji yang tak cukup menghidupinya dalam sepekan.
Namun setiap pagi, mereka sigap membuka pintu kelas dengan tersenyum bangga,
seolah luka di dada hanyalah embun
yang sebentar lagi hilang tersapu oleh Sang Surya.
Betapa teguh tangan-tangan kecil itu,
mengukir masa depan bangsa tanpa ragu,
meski mereka sendiri masih harus berperang
melawan kekurangan yang tak kunjung usai.
Ketekunan mereka adalah nyala kecil
yang menolak padam di tengah ketimpangan yang mendera.
Di tengah hiruk pikuk perayaan Hari Guru Nasional kita,
mereka tetap berusaha untuk kokoh berdiri,
Menebar kata, dan menyulam nalar anak-anak negeri,
Serta menenun cinta di relung jiwa anak bangsa,
demi Indonesia kita,
Untuk terus maju dan berjaya,
Maka, aku ucapkan selamat untukmu Guru, Pahlawan, tanpa tanda jasa.
@ Ma'ruf Abu Said Husein, Simo, 25 November 2025
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform