AKAL DAN DOGMA Masih Aku saksikan mimbar-mimbar khurafat banyak dipuja. Tempat tahayul mengusir nalar ummat beragama Dengan kesalehan fiksi, di luar logika yang terbungkus "kesucian yang dipaksakan". Ada hati yang bersandar penuh pasrah, mengira takdir adalah rantai yang membelenggu langkah. Ia berhenti dan enggan untuk bertanya, karena takut dianggap kurangnya iman di dada. Maka, Pelan-pelan, cahaya nalar menjadi redup, seperti lentera yang kehabisan minyak— bukan karena tak mampu menyala, tapi karena sengaja dibiarkan padam, Oleh dan atas nama kepatuhan yang salah jalan. Di sanalah kejumudan tumbuh melebar, Dan, akal pun semakin jauh dari mimbar keilmuan, budaya kehilangan detak, tak lagi bergetar, Maka manusia pun kembali menjadi bayang dirinya sendiri, takut untuk bergerak, Dan takut untuk berubah. Padahal, dalam Kitab tertulis nyata, Bahwa Tuhan kita memanggil dengan lembut: “Lihatlah, renungkanlah, pahamilah.” Namun, suara itu tenggelam oleh gemuruh dogma t...
RENUNGAN ATAS FAKTA DAN INTUISI PECINTA KEBIJAKSANAAN