SUARA KEADILAN UNTUK ZARA
Pagi ini ku baca kembali berita,
Tentang Zara Qairina,
Zara, kulihat namamu bergetar di dinding langit,
tertulis dengan darah yang diperas dari luka,
ditanam di bumi yang bisu,
di hadapan kekuasaan yang membutakan nurani,
Engkau mati bukan karena ajal,
tapi karena tangan-tangan yang hidup tanpa jiwa,
yang menjadikan tubuhmu medan mengumbar nafsu iblisi dalam penyiksaan,
seolah kemanusiaan telah mati.
Tangismu, Zara,
bukan sekadar jerit seorang gadis belia,
ia adalah suara kemanusiaan yang tersayat,
menusuk dada zaman,
menampar wajah kekuasaan
yang memilih bersembunyi di balik tembok diam.
Keadilan menunggumu,
meski jalannya panjang dan berduri,
meski suara kebenaran ditindih oleh kursi-kursi
yang dibangun dari kompromi dan dusta.
Zara Qairina,
Dari Indonesia, kami titipkan namamu pada angin,
agar ia berkeliling ke setiap nurani yang belum mati,
untuk bangunkan keberanian yang tertidur,
menyalakan api perlawanan dari luka,
hingga keadilan tak lagi sekedar kata-kata,
Tak sekedar keputusan pengadilan yang dipalsukan,
tapi kenyataan yang menjemputmu
di ujung penantian.
Dan jiwamu pun tenang di alam penantian
Dari Indonesia,
Justice for Zara Qairina.
@ Ma'ruf Abu Said Husein, Simo, 28 Agustus 2025.
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform