SELAMAT JALAN AVAN
Selamat jalan, Avan Kurniawan,
penjemput rezeki di jalan berdebu,
ojol sederhana dengan doa di dadamu,
gugur di aspal yang menjadi saksi bisu.
Terkapar di jalan dalam perjuangan menuntut keadilan
Tubuhmu terhempas,
roda arogansi kekuasaan yang melindas tanpa rasa,
darahmu mengalir membasahi jalan,
seakan menuliskan puisi terakhir tentang ketidakadilan.
Teriakan histeris pecah di udara,
jerit saksi mata menggema di sudut kota,
namun roda kekuasaan terus melaju,
meninggalkan jejak luka tanpa rasa bersalah dan rasa malu.
Avan, Engkau pergi membawa cerita pilu,
namamu tercatat di dada bangsa yang kelu,
bahwa di negeri ini, nyawa rakyat jelata
sering dipatahkan kuasa tanpa rasa.
Selamat jalan, Avan Kurniawan,
setiap tetes darahmu adalah doa,
bahwa harapmu akan terus menyala
Dan gugurmu, adalah jalan lapang menuju surga.
@. Ma'ruf Abu Said Husein, Karanggede, 29 Agustus 2025.
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform