BEBAN YANG TERBANG KE LANGIT
Di punggungku pernah singgah,
segunung keresahan tanpa nama,
menyulam malam dengan gelisah,
menyita siang dengan letih yang.
Kini, beban itu perlahan luruh,
seperti kabut disapu cahaya fajar,
purna bukan akhir,
melainkan ruang lapang untuk bernapas lega.
Kini langkah terasa ringan,
jejakku tak lagi menyeret bayang,
seperti burung yang lepas dari sangkar,
terbang menembus batas langit dan harap.
@ Ma'ruf Abu Said Husein, Boyolali, 27 Agustus 2025.
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform