Api dan Cahaya Madrasah Kita
Dari pinggiran kota Karanggede,
anak-anak Madrasah Muda (Muhammadiyah dua) menyalakan tekad,
langkah kecil mereka menyulam cita,
walau dengan seragam sederhana,
namun dengan jiwa lebih besar dari samudra.
Mereka datang bukan sekadar peserta,
tapi sebagai pejuang dengan nyala keyakinan,
dalam menapaki tanah jambore kompetisi dan persahabatan,
Mereka bagaikan prajurit muda yang tak gentar
meski Matahari terik membakar,
meski letih yang tak berhenti menindih,
Tenda-tenda perkemahan mereka dirikan bagai benteng harapan,
api unggun menyala menjelma menjadi cahaya peradaban,
terukir di antara yel-yel, di antara untaian doa, dan diantara disiplin barisan seluruh anggota.
Jambore Hizbul Wathon bukan sekadar perkemahan,
ia adalah madrasah jiwa,
tempat ditempa keberanian dan kesetiaan.”
Ia adalah wahana siswa berkompetisi, dan arena membangun persahabatan sejati.
Di sini mereka belajar,
bahwa juara bukan hadiah semata,
tapi tanda bakti terhadap bangsa dan agama,
bahwa kegigihan adalah pusaka,
dan persatuan adalah pedang yang tak terkalahkan.
O, anak-anak Madrasah Muda Karanggede,
kalian adalah bara yang tak padam,
meski datang dari tanah pinggiran,
namun jiwa kalian telah melampaui batas teritori perbatasan,
Telah terlihat nyata oleh mata.
Dari Madrasah di pojok desa,
telah lahir benih juara yang bermartabat mulia,
mengibarkan panji Hizbul Wathon
dengan teriakan merdeka yang menggema
sampai ke langit Nusantara
Wahai anak-anak Madrasah Muda Karanggede,
Dalam Jambore kalian adalah sembilu yang mengiris keletihan,
kalian adalah genderang yang membangunkan jiwa kepahlawanan dan semangat kebangsaan.
Kalian menjadi mengerti,
Bahwa juara bukan sekadar piala,
ia adalah saksi bahwa kalian pernah berjuang,
bahwa tanah pinggiran pun bisa melahirkan cahaya,
dan bahwa semangat,
lebih tajam daripada sebilah pedang,
lebih tinggi daripada menara,
dan lebih signifikan dari sekedar panji kebesaran.
Dari Madrasah Muda kalian melangkah,
menuju puncak prestasi,
mengibarkan panji Hizbul Wathon di pelosok negeri.
sebagai sumpah setia,
bahwa siswa Madrasah Muda tak pernah tunduk,
kecuali pada Tuhan dan kebenaran.
@ Ma'ruf Abu Said Husein, Karanggede, 11 September 2025
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform