"Londo Ireng" Londo Ireng, siapakah mereka ? Mereka tak datang dengan meriam, tak pula mengibarkan panji negeri seberang. Mereka hadir dengan jas yang rapi, Mereka berpidato tentang kemajuan negeri, Dan mereka tersenyum yang dibungkus angka pembangunan laksana pahlawan. Tanah kita tetap bernama Indonesia, namun bau aroma asing menguap dari ruang-ruang pembuat keputusan. Rakyat diajak bertepuk tangan, sementara haknya perlahan dipindahkan ke meja-meja yang tak pernah mengenal lumpur sawah, dan para pemilik gedung megah. Sering kita dengar bahwa penjajahan telah usai. Tetapi, mengapa masih ada hati yang diperintah oleh korupsi, akal yang disewakan kepada kuasa, dan nurani yang dijual semurah tanda tangan tanpa makna ? Mungkinkah kolonialisme telah berganti wajah. Ia tak lagi memakai seragam "kompeni", pirang rambutnya, dan mancung hidungnya, serta putih warna kulitnya. melainkan wajah sendiri yang lupa bercermin pada sejarah. Orang-orang kini menyebut "Londo Ir...
RENUNGAN ATAS FAKTA DAN INTUISI PECINTA KEBIJAKSANAAN