Ziarah Nurani Ku rebahkan tubuhku di sebuah kursi tua, Mataku mulai mengeja lembar sejarah duka, tentang cucu nabi penghuni Surga, Al-Husein putera Mustafa, yang mengalami Syahid di tanggal sepuluh bulan mulia, "Arba'in" melintas di bulan Safar, sebuah tradisi ziarah nurani seorang hamba, Tradisi mengingat duka, menjelma menjadi cahaya. Karbala tak hanya ada di padang pasir nan jauh sana, Namun, ia sering bersemayam di setiap dada, yang memilih cinta dari kuasa. Aku teringat Rumi berkata, jalan menuju Tuhan seringkali melewati luka. Tetapi manusia lebih gemar menghias rantai yang membelenggu kaki mereka Ketahuilah kawan!, Kini pedang tak selalu berkilau. Seringkali ia bernama keserakahan, bermahkota jabatan, Bahkan seringkali bersorban kesalehan, namun meminum air mata dan keringat rakyat tanpa rasa kasihan. Arba'in bukan sekadar mengenang syahidnya Al-Husein di Karbala, melainkan membangunkan hati agar tak bersujud kepada singgasana, tak bersujud kepada hawa nafs...
RENUNGAN ATAS FAKTA DAN INTUISI PECINTA KEBIJAKSANAAN