*MIMPI KAUM PENGGEMBALA DOMBA* Malam terus bergerak menuju puncak Ku paksa tubuh untuk duduk membuang kantuk, Dan teringatlah aku pada sepotong fatwa, Bahwa tafakur itu jalan memperoleh cinta Sang Maha, Maka dalam duduk, Dengan kepala sedikit tertunduk, Tanpa berpamitan jiwa berkelana mengangkasa, Di situlah telinga jiwa mendengar bumi berbisik bahwa, "Tuhan tak pernah bersemayam di singgasana yang ditegakkan oleh luka, melainkan di hati yang rela menjadi alas bagi derita sesama." Lalu mataku pun melihat angin membawa seonggok berita, Bahwa, "Pasar iman" telah kembali dibuka, surat-surat penebusan dosa dijual dengan tinta kesalehan dan stempel kemuliaan. Bukankah ini sejarah yang berulang, dalam hati aku berkata, dahulu seorang biarawan memaku kegelisahannya pada pintu zaman, agar manusia berhenti memperdagangkan jalan menuju Tuhan ? Namun sejarah sering lupa, pada air mata yang pernah melahirkannya. Dan Kereta mewah tetap terus menjadi mimpi para penggembala domb...
RENUNGAN ATAS FAKTA DAN INTUISI PECINTA KEBIJAKSANAAN