Ibrah di Simpang Ghadir Di sebuah simpang sejarah, ketika debu padang pasir menjadi saksi, Dan Rasul menegakkan tangan Ali bin Abi Thalib , bukan untuk meninggikan seorang manusia di atas manusia lainnya, melainkan untuk menegakkan amanah di atas nafsu dan ambisi. Beliau bersabda, bahwa Ali di sisiku laksana Harun di sisi Musa , namun tiada nabi setelah Ku. Itulah isyarat tentang kedekatan, kesetiaan, dan tanggung jawab, bahwa kepemimpinan bukan mahkota kekuasaan, melainkan beban pengabdian. Dan di Ghadir yang agung, bergema pesan cinta yang melampaui zaman, “Barang siapa menjadikan aku pemimpin dan kekasihnya, maka jadikan Ali pemimpin dan kekasihnya.” Maka meneladani Ali bukan sekadar memuji namanya dalam syair, melainkan belajar berdiri tegak di hadapan ketidakadilan, Dan tetap rendah hati ketika berkuasa, dan tetap lembut meski memiliki kekuatan untuk memaksa. Ali mengajarkan bahwa ilmu lebih mulia daripada kemegahan, bahwa kebenaran tidak selalu bersama keramaian, dan b...
RENUNGAN ATAS FAKTA DAN INTUISI PECINTA KEBIJAKSANAAN