"Londo Ireng"
Londo Ireng, siapakah mereka ? Mereka tak datang dengan meriam, tak pula mengibarkan panji negeri seberang. Mereka hadir dengan jas yang rapi, Mereka berpidato tentang kemajuan negeri, Dan mereka tersenyum yang dibungkus angka pembangunan laksana pahlawan.
Tanah kita tetap bernama Indonesia,
namun bau aroma asing menguap dari ruang-ruang pembuat keputusan.
Rakyat diajak bertepuk tangan,
sementara haknya perlahan dipindahkan
ke meja-meja yang tak pernah mengenal lumpur sawah, dan para pemilik gedung megah.
Sering kita dengar bahwa penjajahan telah usai.
Tetapi, mengapa masih ada hati yang diperintah oleh korupsi,
akal yang disewakan kepada kuasa,
dan nurani yang dijual semurah tanda tangan tanpa makna ?
Mungkinkah kolonialisme telah berganti wajah.
Ia tak lagi memakai seragam "kompeni", pirang rambutnya, dan mancung hidungnya, serta putih warna kulitnya.
melainkan wajah sendiri yang lupa bercermin pada sejarah.
Orang-orang kini menyebut "Londo Ireng", siapakah mereka ?, angin senja berkata, ia hanyalah sebuah metafora, yaitu...
ketika ada anak-abak negeri berdiri gagah,
namun langkahnya tak ragu menginjak bangsanya sendiri tanpa rasa bersalah,
ketika lidah mengucap "merdeka",
Namun tangan sibuk menggadaikan masa depan bangsa,
Sore ini, Aku kembali bertanya kepada angin,
apakah kemerdekaan cukup dirayakan
dengan upacara dan menyanyikan lagu kebangsaan di bulan Agustus yang akan datang ?
Angin berbisik lirih,
"Selama keadilan masih dapat diperjualbelikan,
selama kekuasaan lebih dicintai daripada kebenaran,
Selama penjajahan hanya berganti nama menjadi kemerdekaan"
Maka tak perlu buru-buru mencari musuh di seberang lautan.
Mari bercermin dengan muka sendiri,
Sebab imperium paling berbahaya,
sering lahir dari hati yang kehilangan keberpihakan pada keadilan, hati yang tega menindas saudara atau kawan, hati yang amnesia karena kuasa.
Dan ketahuilah, bahwa bangsa akan menjadi merdeka
bukan ketika tak ada koloni asing di tanah kita,
melainkan ketika tak ada seorang pun anak negeri yang bersedia menindas bangsa sendiri.
@ Ma'ruf Abu Said Husein, Indonesia, 26 Juli 2026
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform