BERSRLANCAR DI SAMUDERA CAHAYA
Di samudra digital yang tak bertepi,
kupasang layar pada angin sunyi.
Ku kayuh jemari menembus gelombang cahaya,
mencari mutiara, bukan riuh ombaknya.
Di sebuah dermaga tak bernama,
kutemui Rumi menjaga nyala.
Ia tak mengajar dengan suara,
melainkan dengan bunga yang mekar di dalam luka.
Ia membisikkan ke telingaku, bahwa "Keindahan," , "lahir dari mata yang mencinta;
Sedang cinta adalah jalan pulang, dan bukan sekadar sebuah tujuan."
Sejak itu, ku pungut embun di setiap perjumpaan,
karena semesta hanya membuka wajahnya bagi hati yang ikhlas dalam pengabdiannya.
Maka kubiarkan jiwaku menjadi burung tanpa sangkar,
terbang melampaui pagar-pagar prasangka.
Di dunia digital kutemukan jalan menuju diriku sendiri:
jiwa yang merdeka adalah jiwa yang mencinta dengan ikhlas untuk Tuhannya.
@ Ma'ruf Abu Said Husein, di atas bumi Tuhan, 28 Juni 2026
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform