Ilusi Keadilan
Di atas meja kayu yang dingin,
Ketok palu menggema lirih.
Bukan menimbang benar atau salah,
melainkan menakar siapa pemenang hari ini.
Timbangan tua itu kini condong ke kanan,
terjerat benang-benang kepentingan.
Ayat-ayat hukum dilipat rapi,
dijadikan alas duduk bagi mereka yang merasa punya kuasa.
Dan merasa sebagai pemegang otoritas kebenaran untuk manusia.
Rasionalisasi dihias manis di depan kamera,
bahasa-bahasa rumit dipintal rapi mengudara,
memoles kejahatan menjadi "demi kestabilan", " demi kebenaran",
membungkus keserakahan atas nama "kemaslahatan", atas nama "keadilan".
Pasal-pasal berganti wujud bagai topeng,
tajam melukai siapa saja yang berbeda,
namun tumpul dan elastis
saat menyentuh selimut kekuasaan.
Keadilan kini menjadi barang dagangan,
dilelang di ruang-ruang gelap rapat politik.
Sementara rakyat menyimak di balik jeruji ilusi,
melihat kebenaran yang dipaksa mengalah
pada narasi yang telah dipesan oleh Juragan
@ Ma'ruf Abu Said Husein, Simo, 13 Oktober 2026..
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform