Memilih Ragu
Salahkah jika banyak orang menyangka,
Di antara riak telaga yang tenang,
ada jemari tumpah menggoyang air tanpa sebab—
bukan untuk menimba sejernih makna,
melainkan mengaburkan langkah yang hendak melesat.
Mereka menyalakan pelita di terang siang,
mencari retak pada prasasti yang dianggap telah usang.
"Apakah ikatan kemarin masih sah dan?" tanya mereka,
yang telah menahan selangkah kaki yang ingin terbang.
Janji lama diurai benangnya satu demi satu,
bukan untuk merajut hangat yang baru.
Batu batas yang dulu dipancang bersama,
kini digugat hanya untuk menunda waktu.
Betapa anggun manuver itu memilin ragu,
membungkus ikhtiar dalam sengketa lalu.
Namun sungai tak kan berhenti mengalir,
hanya karena batu mempertanyakan muasal air.🙏
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform