Tentang Sebuah Pilihan
Hidup itu tentang pilihan. Dan aku tak memilih jalan yang paling riuh dalam kehidupan,
atau panggung yang memanggil banyak tepuk tangan.
Aku lebih memilih ruang sunyi,
tempat ego dikubur sebelum cita-cita ditanam.
Di medan jihad yang kupilih,
musuh terberat bukan mereka yang di luar sana,
melainkan bayang-bayang diriku sendiri
yang kadang ingin dipuji atas setiap pengabdian.
Hari demi hari,
aku tak berhenti belajar memerdekakan jiwa,
dari rantai ambisi, pujian, dan kepemilikan yang membuat lupa,
Karena hati yang terikat dunia
tak akan mampu terbang menuju langit keikhlasan.
Aku biarkan peluh menjadi tasbih,
air mata menjadi wudu bagi nurani,
dan setiap langkah menjadi sujud panjang
yang sering tak terlihat oleh mata
Aku ingin mengabdi,
bukan agar namaku dikenang zaman,
tetapi agar Pemilik Semesta
berkenan mengenalku sebagai hamba
yang pulang dengan hati yang ringan.
Sebab kemenangan terbesar anak manusia,
bukan ketika dunia mengangkat derajatnya,
melainkan ketika jiwanya telah merdeka,
dan seluruh pengabdian luluh
menjadi ikhlas di hadapan Pemilik Semesta.
@ Ma'ruf Abu Said Husein, Simo, 6 Agustus 2026
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform