Satu Tubuh, Satu Langkah
Kawan...... !, Jangan biarkan prasangka
menjadi dinding di antara hati,
sebab kita bukan pulau-pulau
yang hidup sendiri di tengah gempita maupun sunyi.
Kita adalah satu tubuh, satu raga—
berbeda tangan, berbeda kaki,
berbeda tugas dan arah gerak,
namun kita satu jiwa dalam pengabdian.
Biarlah tangan yang kuat
menopang yang sedang lelah,
yang tahu berbagi pengetahuan, dan
menyalakan cahaya bagi yang belum menemukan jalan.
Mari kita kubur prejudice diantara kita
di tanah keikhlasan,
sebab tidak ada kemajuan
yang lahir dari rasa saling curiga.
Fastabiqul khairat—
bukan berlomba menjadi yang paling tinggi diantara kita,
melainkan berlomba menghadirkan kebaikan dalam keikhlasan,
Sehingga institusi kita mampu tumbuh sempurna karena kerja kita bersama.
Kita mesti mengerti dan menyadari, bahwa institusi sebagai raga, maka saat satu anggota terluka,
seluruh tubuh merasakan sakitnya.
Dan ketika satu hati ikhlas melangkah,
seluruh tubuh menemukan arah.
Maka mari berjalan bersama,
bukan karena kita sama,
tetapi karena kita saling melengkapi—
mengabdi, bertumbuh,
dan mengukir kebaikan
atas nama Dia Yang Maha Menggerakkan, bukan demi memuaskan ego, yang sering menjadi berhala baru dalam pengabdian.
@ Ma'ruf Abu Said Husein, 15 Agustus 2026
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform