MEMBACA JEJAK-JEJAK TUHAN Di antara hela napas di ujung malam, ketika cahaya masih berjuang mencari makna, aku menunduk diam pada sunyi, dan menemukan jejak-jejak Tuhan tersembunyi. Ia ada di balik setiap fenomena, Ia pun tersembunyi di dalam firman suci-Nya dalam setiap jalinan kata. Ia adalah getar halus pada daun yang memilih jatuh perlahan, Pada keagungan asmaNya yang bersemayam dalam istana jiwa, sebagai pelita Penuntun jalan kembali ke haribaan Sang Maha. Jejak-jejak Keagungan-Nya hadir dalam bisikan tanpa suara, melintasi gurun resah dalam dada— yang mengajarkan bahwa setiap peristiwa adalah pintu menuju pemahaman tentang keagungan Nya, dan setiap sedih maupun gembira adalah jendela kecil menuju cahaya. Dalam diam, Aku terus berjalan menyusuri lorong-lorong malam yang sunyi, menyusuri jejak yang tak memaksa, jejak yang mengajakku mengingat bahwa hidup bukan sekadar datang dan pergi, melainkan perjalanan sunyi untuk menemukan siapa yang selalu menemani kita...
RENUNGAN ATAS FAKTA DAN INTUISI PECINTA KEBIJAKSANAAN