Langsung ke konten utama

SALAM SEJAHTERA DI HARI ENGKAU DILAHIRKAN

 SALAM SEJAHTERA DI HARI ENGKAU DILAHIRKAN


Wahai Husein anakku

Sala sejahtera untukmu

Pada hari ketika engkau di lahirkan.

Pada enam belas Januari Tahun silam.


Hari ini genap sudah sembilan tahun usiamu

Tepat di enam belas januari tahun dua ribu dua puluh dua.

Dalam hitungan Tahun sejak kelahiran Nabi Isa.


Wahai anakku

Perlu engkau ingat selalu

Tentang pesan dan harapan bapa

Yang bapa sematkan dalam namamu sebagai tanda dan do'a


Milikilah keberanian al-Husein cucu nabi

Milikilah kebijaksanaan imam Ja'far  putera nabi.

Keduanya adalah imam utama

Pewaris ilmu Muhammad Al-mustafa tercinta.


Wahai anakku

Perlu engkau ingat  selalu

Tentang dua pasang nasihat utama

Sebagai bekal Untuk menaklukkan dunia

Yang penuh tipu daya

Yang penuh godaan menyesatkan bagi anak manusia.


Milikilah Keberanian dan kebijaksanaan

Milikilah ilmu untuk dua masa depan

Yaitu masa depan sebelum kematian, maupun masa depan pasca kematian


Itulah dua hal utama yg diteladankan

Oleh Nabi penerima Wahyu yang disempurnakan

Oleh Al-Husein imam yang disucikan Tuhan.

Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an 

Oleh Imam Ja'far yang tercerahkan.

Bapaknya para fakih di seluruh zaman 


*Ma'ruf Abu Said Husein, Simo, 16-01-2022.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUARA CUT NYAK DIEN (Sebuah Puisi Imajiner)

 SUARA CUT NYAK DIEN (Sebuah Puisi Imajiner) Dari Tanah Sumedang di Jawa Dwipa. Kudengar suara lirih nan panjang Tempat Pahlawan wanita dari Rencong di istirahatkan Dari ke-ghaiban suaranya lirih penuh makna Anak-anakku di persada Nusantara. Dan di Tanah Rencong yang dirundung bencana banjir penuh duka. Aku katakan kepada kalian semua. Dahulu aku bangkit dari sunyi sejarah, merawat luka tanah rencong bersama doa ibu-ibu kita. Aku katakan Aceh tak pernah miskin keberanian, hanya sering letih oleh gemuruh darah yang berulang. Wahai anak-anakku semua, merdeka bukan gema peluru di malam panjang, ia tumbuh dari adil yang ditegakkan, dari martabat yang terus dirawat tanpa dendam. Aku dahulu melawan dan berperang karena dirampas, bukan untuk memecah rumah sendiri yang telah berdiri, Jika engkau berteriak tentang harga diri, jaga ia dengan hikmah dan kasih, Belajar berbicara dari hati yang telah ditempa oleh kematangan jiwa dan doa, Aceh telah kucintai sepenuh jiwa bersama Indonesia kita...

SELAMAT DATANG CAHAYA

 SELAMAT DATANG CAHAYA Selamat datang, wahai jiwa-jiwa Pencari, Telah tiba langkah kakimu di Madrasah yang membuka asa. Tahun ajaran baru terbentang bagai lautan hikmah, setiap langkahmu adalah jejak menuju cahaya. Tinggalkan lelah masa lalu di balik gerbang, buka lembaran suci dengan niat yang terang. Ilmu baru menantimu dalam baris ayat dan kata,  akhlak mulia menuntunmu di setiap langkah nyata. Jangan engkau gentar menghadapi tantangan baru, karena peluhmu hari ini adalah mahkota esok hari Jangan malu belajar dari salah dan lupa, karena setiap kesalahan adalah guru utama. Madrasah bukan sekadar bangunan berdinding, ia adalah taman ilmu, ladang akhlak yang subur, di sanalah kau menabur mimpi-mimpi luhur, dan memanen iman yang mengakar subur. Bangkitlah, pelajar Madrasah… Hadapi tahun Ajaran baru dengan semangat membara, gapailah ilmu,  Dan perindah dirimu dengan adab mulia, dan  karena engkau adalah penerus cahaya umat dan bangsa.  @ Ma'ruf Abu Said Husein, Si...

BELAJAR MENYIMPAN CAHAYA

 BELAJAR MENYIMPAN CAHAYA Biarlah aku belajar menyimpan cahaya agar tak silau yang membutakan, dan tak memanggil pujian yang menjatuhkan, Maka, kebaikan pun akan tumbuh paling jujur, saat amal tak disaksikan walau sepasang mata. Dan dalam sunyinya niat, amal dapat bernafas dengan tenang, seperti akar yang selalu menyembunyikan diri, Yang tak minta disebut-sebut dalam  kerjanya,  tak ingin dipuji dalam amalnya, cukup Tuhan yang tahu kemana arah tanaman akan tumbuh. aku belajar untuk sembunyikan sedekah dari tepuk tangan, Dan lantunkan untaian doa dari riuh suara, Memang...... Bukan gelap yang kupilih, melainkan teduh bagi hati yang tak rapuh, agar kebaikan selamat dari jebakan riya, dan dapat pulang dengan utuh sebagai ibadah kepada Sang Maha. @ Ma'ruf Abu Said Husein, Hotel Ataya Ngemplak, 24 Desember 2025.