TANGIS NURANI BERSAMA LUKA LIMAPULUH SANTRIWATI
Dibalik dinding Pondok pesantren, rintih dan Isak tangis sayup-sayup ku dengar, tentang kesucian yang terbakar,
Pondok Pesantren.....
yang mestinya dipenuhi lantunan ayat, entah mengapa ?
langit mendadak muram—
seolah sajadah pun kehilangan arah
ketika kabar itu pecah
dari sela tembok yang selama ini dianggap suci.
Lima puluh santriwati,
hadir membawa mimpi orang tua tercinta,
ingin belajar menggenggam sabar,
ingin memeluk Tuhan lebih dekat,
ingin tumbuh dalam cahaya.
Namun malam berubah menjadi lorong panjang
yang menyimpan takut dan luka.
Sungguh mengerikan, menakutkan, dan memprihatinkan,
saat tangan yang mestinya menuntun,
justru datang melukai,
saat suara yang mengajarkan iman
menjadi gema ancaman,
dan nama agama dipakai
untuk menutup tangis yang lembut tak terdengar.
Orang-orang pun bertanya,
mengapa mereka diam begitu lama ?
Mungkin karena luka
tak bisa langsung menjadi kata.
Ada takut yang dipelihara oleh kuasa,
ada hormat yang dibajak oleh kejahatan bertopeng kesalehan,
ada tubuh kecil
yang dipaksa memikul rasa bersalah
atas dosa yang bukan miliknya.
Aku percaya, bahwa Tuhan tentu tidak tinggal di balik wajah yang berpura-pura suci.
Ia ada pada air mata anak-anak yang kehilangan muka,
pada keberanian yang akhirnya pecah menjadi suara,
pada ibu yang memeluk anaknya sambil hati gemetar,
dan pada keadilan
yang semestinya tidak lagi menunda langkahnya .
Pesantren seharusnya rumah ilmu,
bukan ruang gelap bagi predator bersorban.
Agama seharusnya menjadi pelindung,
bukan tameng untuk membungkam kebenaran.
Dan kita,
jangan lagi terlalu mudah
mengultuskan manusia.
Sebab jubah tak selalu berarti nurani,
dan panjangnya doa
tak selalu menjamin bersihnya hati.
Semoga mereka yang terluka
menemukan kembali dirinya—
sedikit demi sedikit,
dengan keberanian yang tak lagi dipatahkan.
Dan semoga bangsa ini belajar,
Bahwa iman tanpa kemanusiaan
hanyalah topeng yang menunggu runtuh.
@ Ma'ruf Abu Said Husein, 8 Mei 2026
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform