BERKACA PASCA HARI RAYA
aku mencoba berjalan pulang ke dalam diri.
dengan baju maaf yang masih berbau wangi doa,
namun hati mulai kusut oleh debu kebiasaan lama.
Takbir telah reda di setiap belahan langit,
silaturahmi tinggal foto dan sisa hidangan tersisa,
sementara janji suci pada-Nya perlahan tertunda kembali.
Aku sempat merasa dilahirkan kembali,
Laksana bening embun di ujung subuh,
Dan Matahari pagi tak butuh waktu lama mengeringkannya.
Wahai jiwa,
apakah kemenangan itu sungguh engkau jaga,
atau hanya kau rayakan sebentar,
lalu kau lepaskan seperti balon harapan yang hilang di cakrawala ?
@ Ma'ruf Abu Said Husein, Selasa, 24 Maret 2026.
Komentar
Posting Komentar
http://docs.google.com/form/d/e/1FlpQLSccIIPZXwEvXGNfeQuue-SSiD5c0_eMs2LkpRjZpz22WpEG2w/viewform